PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

Formulir Pendaftaran Program S1 Filsafat Agama Formulir Pendaftaran Program S2 Teolog...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

BAPAK JOHNNY G. PLATE MEMBERIKAN KULIAH UMUM DI STFK LEDALERO, MAUMERE

26 January 2019 Mahasiswa

KULIAH UMUM JONI PLATE 2019 47Sabtu, 26 Januari 2019, Bapak Johnny G. Plate, S.E. memberikan kuliah umum di STFK Ledalero. Peserta kuliah umum tersebut antara lain para dosen STFK Ledalero, mahasiswa/I STFK Ledalero dan para undangan dari berbagai kalangan seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pers, dan beberapa tokoh pegawai koperasi di daerah kabupaten Sikka.

Kuliah umum tersebut diawali dengan kata sambutan dari Ketua STFK Ledalero, P. Dr. Otto Gusti, SVD. Dalam kata sambutannya, beliau mengucapkan selamat datang kepada bapak Johnny G. Plate beserta rombongan dan menyampaikan ucapan terima kasih karena sudah berkenan meluangkan waktu untuk memberikan kuliah umum di STFK Ledalero. Lebih lanjut, beliau menginformasikan jumlah mahasiswa/I yang belajar di STFK Ledalero dan proyek besar STFK Ledalero di usia yang ke-50 pada tahun ini. “Sekarang ini mahasiswa yang kuliah di STFK Ledalero berjumlah 1.063 orang dengan perincian 930 orang mahasiswa program S1 Filsafat dan 133 orang mahasiswa Program Pascasarjana Teologi Kontekstual. Semua mahasiswa tersebut berasal dari 13 konvik yang berbeda dan juga sekelompok mahasiswa awam. Dalam sejarahnya yang panjang STFK Ledalero sudah menghasilkan 5800 alumni dengan perincian 19 orang uskup, 1822 imam dan 3978 (68,5%) awam. Jadi secara statistik benar, bahwa STFK ini bukan panti pendidikan calon imam tapi panti pendidikan cendekiawan yang beberapanya kebetulan menjadi imam. 500-an lebih di antaranya sedang bekerja sebagai misionaris di mancanegara. Pada ulang tahunnya yang ke-50 ini STFK Ledalero sudah menyusun sebuah rencana strategis hingga tahun 2029 dengan judul “Dari Sekolah Tinggi ke Universitas”. Beberapa program studi akan dibuka dalam jangka waktu 2 tahun ke depan seperti Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik, Magister Filsafat dan Bahasa Inggris. Untuk kepentingan ini tentu infrastruktur baru sangat dibutuhkan dan kami akan sangat bergembira jika negara atau pemerintah ikut berperan aktif men-support rencana ini”, kata P. Otto, SVD.KULIAH UMUM JONI PLATE 2019 2

Tema kuliah umum kita hari ini adalah “Ekonomi Kerakyatan dan Kewirausahaan”. STFK Ledalero telah mengundang Bapak Johnny karena ia adalah salah satu pakar ekonomi dalam rezim Jokowi-JK. “Topik ini relevan dan sangat penting, sebab diskursus seputar demokratisasi dan reformasi di Indonesia beberapa waktu terakhir sering dimonopoli oleh isu demokrasi elektoral dan mengabaikan substansi demokrasi itu sendiri yakni isu kesejahteraan seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, perumahan, tansportasi publik, harga bahan bakar dan bahan-bahan kebutuhan dasar lainnya”, lanjut Pater Ketua Sekolah.

Indonesia dan Tantangan Ekonomi Global

            Kuliah umum yang diberikan oleh Bapak Johnny G. Plate berlangsung selama tiga jam yaitu dari jam 09.00 sampai 12.00. Kuliah umum ini dimoderatori oleh Romo Inosensius Mansur, Pr staf pembina di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus, Ritapiret. Dalam kata pengantarnya, moderator menegaskan bahwa diskursus seputar ekonomi kesejahteraan dan kewirausahaan sangat penting dalam rangka memperbaiki kondisi perekonomian, baik secara lokal maupun secara nasional sebagai sebuah negara. Setelah menyampaikan kata pengantar, moderator memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Bapak Johnny G. Plate untuk menyampaikan materi kuliah umum.KULIAH UMUM JONI PLATE 2019 3

            Negara kita hidup di era globalisasi yang memiliki banyak tantangan. Indonesia sebagai suatu negara berada dalam kondisi perang dagang. Dalam merancang perekonomian nasional, pengaruh eksternal (perdagangan global) sangat berpengaruh. Sampai dengan saat ini di masa-masa akhir pemerintahan presiden Jokowi, perekonomian di Indonesia bertumbuh dengan baik. Namun, tingkat perekonomian yang sudah relatif baik, dalam kenyataannya, tidak luput dari persoalan yang tentunya menuntut atensi lebih dari pemerintah. Masalah tersebut adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Indonesia belum bisa menjamin kesejahteraan seluruh warga negara Indonesia. Masih banyak warga negara yang terperangkap dalam jebakan kemiskinan, busung lapar, kurangnya akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan berbagai pelayanan publik lainnya yang mestinya didapatkan dalam rangka pemenuhan hak sebagai warga negara. Singkatnya, menurut Bapak Johnny, pertumbuhan ekonomi yang baik di Indonesia belum mampu memenuhi seluruh hak warga negara Indonesia.

Bapak Johnny juga menegaskan bahwa pengelolaan anggaran negara terbagi menjadi tiga jenis yaitu penerimaan negara lebih besar dari pengeluaran negara (negara mengalami kerugian), penerimaan negara sama dengan pengeluaran negara, dan penerimaan negara lebih kecil dari pengeluaran negara (negara mengalami kerugian). Untuk membantu memenuhi belanja negara, Indonesia membutuhkan bantuan dana dari negara-negara yang perekonomiannya sudah sangat mapan. Dalam hal ini, Indonesia berutang kepada negara-negara maju. Pada prinsipnya, bantuan dana dari negara-negara maju dikelola oleh pemerintah untuk memenuhi kepentingan seluruh warga negara Indonesia. Dengan nada yang tegas, Bapak Johnny menyatakan bahwa uang pinjaman tersebut akan berdampak positif bergantung pada pihak pengelolanya. Kebijakan belanja negara presiden ada tiga yaitu belanja infrastruktur fisik, belanja infrastruktur sosial, dan belanja perlindungan sosial.

            Relasi antara negara dan warga negara adalah relasi hak dan kewajiban. Negara sebagai sebuah institusi wajib memenuhi hak seluruh warga negaranya. Di pihak lain, warga negara juga wajib memenuhi kewajiban-kewajiban. Salah satu dari sekian banyak kewajiban warga negara adalah membayar pajak. “Pajak adalah salah satu penghasilan negara yang akan digunakan untuk keperluan pemenuhan kebutuhan warga negara. Uang pajak yang dibayar oleh warga negara pada akhirnya juga akan kembali kepada warga negara untuk dinikmati”, kata Bapak Johnny. Sebagai orang yang penting di bidang pemerintahan, Bapak Johnny membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif warga negara untuk membayar pajak tepat pada waktunya.

Dari Negara Untuk NTT

Bapak Johnny menegaskan bahwa NTT berada dalam posisi yang harus diperhatikan secara khusus oleh negara. Propinsi NTT menempati urutan ke-32 sebagai propinsi termiskin dari 34 propinsi yang ada di wilayah negara Indonesia. Kenyataan ini mesti menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah NTT dan seluruh warga NTT untuk bekerja keras membenah diri ke arah yang lebih baik.

Orientasi untuk NTT, menurut Bapak Johnny adalah pembangunan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, jalan raya, air bersih, dan listrik. Pemerintah propinsi NTT telah membangun komitmen untuk sekuat tenaga memajukan pariwisata di NTT. Tekad ini patut diapresiasi dan segenap komponen mesti bekerja sama mewujudkan tekad mulia tersebut. Yang terpenting dalam memajukan pariwisata, tegas Bapak Johnny, adalah partisipasi lokal masyarakat NTT. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton kemajuan pariwisata di NTT.

Tanya Jawab

Materi kuliah umum yang diberikan oleh Bapak Johnny G. Plate memantik gairah intelektual semua hadirin untuk memberikan pertanyaan. Moderator memberikan kesempatan kepada enam orang peserta untuk mengajukan pertanyaan. Yakobus Jano: Anggota Kopdit. Kehidupan koperasi masih dilandasi oleh UU Koperasi yang dulu yaitu No. 25 tahun 1992 yang tidak lagi relevan. Bagaimana tanggapan bapak? Koperasi seakan-akan berjalan sendiri. Apakah mungkin ada kebijakan bahwa negara memberikan pinjaman lunak tanpa bunga kepada koperasi karena pada hakikatnya pemerintah bukan lembaga profit? P. Alex Jebadu, SVD: NTT dinilai sebagai propinsi yang kewirausahaannya sangat rendah. Sejalan dengan tingginya tingkat merantau masyarakat NTT, banyak orang bermigrasi ke NTT karena mereka melihat potensi usaha di NTT. Apa penyebab sehingga warga masyarakat asli NTT tidak mampu melihat potensi usaha di NTT? Bagaimana tanggapan Bapak terhadap lukisan di layar belakang? Janji pembangunan Pantura di Manggarai belum direalisasikan. Tanggapan? Patrik Da Silva. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat lambat jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia. Apa penyebabnya? Persoalan ekonomi domestik terkait dengan ketahanan pangan. Kalau pekerjaan utama masyarakat NTT adalah petani, mengapa negara masih impor? Apa usaha dari negara? Anno Susabun: untuk memajukan pembangunan dibutuhkan subyek politik. Negara memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia. Realita mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan di sekolah negeri tidak lebih tinggi dari kualitas pendidikan di sekolah swasta. Biaya pendidikan di sekolah negeri jauh lebih murah ketimbang biaya pendidikan di sekolah swasta. Bagaimana bapak menyiasati problem ini? P. Wilhem Djulei, SVD: Perekonomian Indonesia sedang berjalan menuju jurang kehancuran. Apakah ini kebenaran atau sekadar hoax?KULIAH UMUM JONI PLATE 2019 29

Undang-Undang tentang kehidupan koperasi masih dalam tahap revisi. Undang-Undang yang baru akan lebih kontekstual dan akan lebih menjawabi kebutuhan koperasi. Negara juga akan siap membantu keberlangsungan kehidupan koperasi dengan catatan koperasi harus lebih memasyarakat dan harus lebih mengedepankan transparasi dalam pengelolaan keuangan. Jawab Bapak Johnny terhadap pertanyaan pertama. Terhadap pertanyaan kedua, Bapak Johnny berpendapat bahwa warga masyarakat NTT tidak memiliki kreativitas dalam mengelola potensi sumber daya alam di NTT. Mereka lebih memilih pergi merantau karena dibayang-bayangi oleh gaji yang tinggi, namun dalam kenyataannya kehidupan para perantau di tanah rantau tetap tidak memiliki perubahan yang signifikan. Warga propinsi NTT perlu memiliki optimisme dalam mengembangkan kehidupan perekonomian di tingkat lokal. Untuk itulah, sangat penting dikembangkan kreativitas dalam mengelola semua potensi sumber daya alam di NTT.

Pendidikan juga menjadi fokus utama pemerintah, respon Bapak Johnny terhadap pertanyaan saudara Anno Susabun. Pemerintah sudah membuat program beasiswa bagi siswa-siswi yang berprestasi dan berkebutuhan khusus baik di tingkat SD, SMP, SMA maupun di tingkat perguruan tinggi. Beasiswa tersebut dapat digunakan untuk memperlancar jalannya pendidikan.

KULIAH UMUM JONI PLATE 2019 34Menanggapi pertanyaan P. Wilhem Djulei, SVD, Bapak Johnny menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tidak sedang dalam proses menuju kehancuran. Dari tahun ke tahun, perekonomian Indonesia bergerak menuju kondisi yang semakin baik. Hanya saja problem yang mencuat di ruang publik adalah perekonomian Indonesia yang sudah membaik tersebut belum dirasakan dampaknya oleh seluruh warga negara. Kenyataan ini tetap menjadi perhatian dari pemerintah.

Kuliah umum yang diberikan oleh Bapak Johnny G. Plate diakhiri dengan pemberian cindera mata oleh Pater Ketua Sekolah kepada Bapak Johnny dan kepada moderator (Rm. Inosensius Mansur, Pr). Setelah acara pemberian cindera mata, Bapak Johnnya berpose bersama dengan Pater Ketua Sekolah, moderator, dan beberapa dosen STFK Ledalero.

(Jean Loustar Jewadut).

 

      

  

 

universitas kepausan gregoriana seminari ledalero perpus plti alberta kanada2 cogito penerbit ristek dikti sinta kover ritapiret