PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

Formulir Pendaftaran Program S1 Filsafat Agama Formulir Pendaftaran Program S2 Teolog...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

KEMENRISTEKDIKTI: PUBLIKASI JURNAL INTERNASIONAL TIDAK HARUS SCOPUS

06 July 2018 Mahasiswa

KEMENTERIAN Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menyatakan publikasi jurnal ilmiah internasional tidak harus terindeks Scopus, namun bisa juga terindeks lainnya.

"Tidak harus Scopus, tetapi bisa juga JJ Thomson kemudian Copernicus, asalkan jurnalnya berreputasi," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti di Jakarta, Selasa (^/3).

Dia menjelaskan jurnal harus berreputasi dan terakreditasi dengan jelas, namun ia mengakui bahwa indeks Scopus adalah yang paling banyak digunakan.

"Scopus ini bukan satu-satunya dan tentu saja ada kelemahannya. Dosen dan profesor dapat menggunakan indeks lainnya, selama indeks tersebut mengindeks jurnal-jurnal internasional yang berreputasi. Untuk itu, dalam menulis publikasi, tidak wajib menggunakan indeks Scopus," katanya.

Dia menjelaskan saat ini, jurnal ilmiah internasional dengan tingkatan paling rendah pun yakni Q4 masih bisa diterima asalkan masuk dalam kategori jurnal bereputasi. "Kalau jurnalnya tidak ada mengkaji yang ahli di bidangnya, tentunya termasuk dalam kategori jurnal yang tidak bereputasi," katanya.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melakukan revisi mengenai Peraturan Menteri terkait tunjangan kehormatan profesor atau Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor.

Dalam Permenristekdikti 20/2017 disebutkan bahwa tunjangan kehormatan profesor akan diberikan jika memiliki paling sedikit satu jurnal internasional berreputasi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Jika tak memenuhi persyaratan maka tunjangan tersebut akan dihentikan sementara. Seharusnya pemberlakuannya diterapkan pada tahun ini, namun pemberlakuan pemotongan tunjangan baru diterapkan pada November 2019, sedangkan evaluasi tetap dilakukan secara berkala.

 

http://m.mediaindonesia.com/read/detail/148042-kemenristekdikti-publikasi-jurnal-internasional-tidak-harus-scopus

seminari ledalero ristek dikti alberta kanada2 perpus cogito plti sinta kover penerbit ritapiret kopertis8