PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual Informas...

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

PROGRAM STUDI S1 FILSAFAT TERAKREDITASI : B SK BAN-PT : 1985/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/20...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

KOMUNITAS LINTAS AGAMA MELUKIS PELANGI KEHIDUPAN DI MATA AIR WAIRNAKAT, DESA WOLOMOTONG, KECAMATAN DORENG, SIKKA

23 February 2019 Mahasiswa


Sabtu (23/02/2019), komunitas lintas agama di Kabupaten Sikka mengadakan kegiatan penghijauan di mata air Wairnakat, Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng. Kegiatan ini diprakarsai oleh STFK Ledalero dalam kerja sama dengan Pemerintah Desa Wolomotong. Kegiatan yg diberi judul "Aksi Bela Bumi" dikoordinasikan langsung oleh P. Hendrik Maku, SVD, pengampuh Mata Kuliah Filsat Islam dan Ilmu Perbandingan Agama di STFK Ledalero.
Beberapa point yg mau disampaikan dari kegiatan ini adalah:mata air 2019 1

1. Persoalan krisis air minum bersih di wilayah Sikka.
Umat beragama mesti melek atau responsif terhadap persoalan konteks. Warga Sikka yg meratap krn kehausan mesti mjd permenungan bersama untuk selanjutnya ditanggapi dalam aksi sosial yg riil. Kehadiran umat dari berbagai agama di mata air dlm kegiatan penghijauan adl bukti bhw umat beragama di Sikka melek dan responsif terhadap persoalan konteks.

2. Agama bukan Tembok tetapi Jembatan.
Umat dari berbagai agama yg terlibat dalam Aksi Bela Bumi mengamini ide besar dari Paus Fransiskus bhw Agama tidak boleh hadir sebagai Tembok yg memisahkan umat dari satu agama dengan umat dari agama lain. Tetapi, agama mesti dimaknai sebagai Jembatan yg menghubungkan satu umat dengan umat yg lain. Hari ini, di Wairnakat, umat dari semua agama membaur sebagai saudara dan saudari dlm kegiatan yg satu dan sama. Bagi mereka perbedaan bukanlah alasan untuk menciptakan jarak dengan yg lain. Tetapi sebaliknya, perbedaan merupakan peluang untuk membangun kerja sama yg sehat dalam mewujudkan agama sebagai Rahmatan Lilalamin.

3. Melukis Pelangi Kehidupan.
Umat dari berbagai agama yg terlibat dalam aksi sosial hari ini sepakat bahwa ternyata Perbedaan itu Indah. Bagi mereka perbedaan agama merupakan aneka warna yg kemudian bisa dipadukan dlm melukis PELANGI KEHIDUPAN.

4. Pendidikan toleransi.
Semua yg terlibat dalam kegiatan penghijauan ini sungguh menyadari apa artinya bertoleransi. Bertoleransi dengan sesama manusia dan juga bertoleransi dengan alam. Alam yg sakit oleh krn ulah manusia mesti dirawat dan dipulihkan. Umat beragama mesti bisa menjaga relasi yg baik tidak hanya dengan Tuhan dan sesama manusia, tetapi juga dengan alam dan ciptaan lainnya.

 

P. Hendrik Maku, SVD

jurnal JL ristek dikti verbum svd universitas kepausan gregoriana seminari ledalero perpus plti alberta kanada2 cogito penerbit