PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

Formulir Pendaftaran Program S1 Filsafat Agama Formulir Pendaftaran Program S2 Teolog...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

MAHASISWA PASCA SARJANA STFK LEDALERO RAYAKAN NYEPI BERSAMA UMAT HINDU

20 March 2018 Mahasiswa

Maumere, STFK- Sejumlah mahasiswa program pasca sarjana STFK Ledalero turut berpartisipasi dalam perayaan Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1940 bersama komunitas umat Hindu-Dharma di Kabupaten Sikka. Pada Jumat, (16/03) sebanyak 15 mahasiswa turut serta dalam upacara Tawur Kesanga di Pura Agung Waidoko, Maumere. Keterlibatan mereka didampingi oleh P. Hendrikus Maku, M. Th., Lic., dosen pengampu mata kuliah Ilmu Perbandingan Agama Program Pascasarjana STFK Ledalero.

Dalam tradisi Hindu, upacara Tawur Kesanga merupakan prosesi integral yang dilangsungkan sehari jelang perayaan Nyepi yang pada tahun ini jatuh pada Sabtu, (17/03). Usai terlibat dalam persembahyangan upacara tersebut, para mahasiswa bersilaturahmi bersama seluruh umat Hindu yang hadir pada saat itu. Kelima belas mahasiswa yang hadir adalah Klemens Raymundus N. Nage, Laurentius G. W. Gu, Elias L. Tison Marung, Hendrikus S. Loy Nuwa, Yohanes Emanuel Enggong, Kristoforus Moti Goran, Angelinus R. D. Parisa, Kristoforus D. Selamat, Alfianus H. Masri, Desiderius M. A. Saputro, Yosef Oriol Dampuk, Nardi Marianus T. Panggul, Yohanes R. Sola, dan Alberten Dimigius Kaidu.

Bangun Silaturahmi

Salah satu perwakilan umat Hindu Kabupaten Sikka, Mangku I Ketut Darmika mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar STFK Ledalero atas kunjungan dan partisipasi dalam perayaan hari suci Nyepi kali ini. Menurut salah satu tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sikka itu, pengalaman ini baru terjadi pertama kali selama ia berada di Sikka.

“Kami sangat bersyukur dan bergembira atas kehadiran pater dosen pembimbing berserta seluruh mahasiswa dalam prosesi persembahyangan ini. Meskipun ini tidak terlepas dari maksud akademis, kami sangat mengharapkan agar momen ini dapat menjadi momen silaturahmi untuk mempererat tali kerukunan dan  persaudaraan di antara kita semua”, pungkasnya dalam bincang-bincang setelah upacara.

Kesan positif yang sama diungkapkan oleh dosen pendamping, P. Hendrikus Maku, M. Th., Lic. “Saya digerakkan oleh rasa ingin tahu yang tinggi ketika para mahasiswa menyampaikan tema penelitian mereka tentang kepercayaan Hindu dan menginformasikan bahwa mereka akan turut hadir dalam perayaan ini. Oleh karena itu, saya pun memastikan diri untuk turut terlibat. Dan akhirnya, tidak hanya rasa ingin tahu saya yang terjawab, melainkan turut terbersit kesan dan harapan luar biasa untuk mengambil hikmah pertemuan ini sebagai dialog. Kami tidak hanya sekedar mengenal dan memahami tentang Hindu Nusantara, melainkan turut membangun rasa cinta sebagai sesama umat beriman”, kata P. Hendrik.

 Untuk Penelitian

Selain dilakukan dalam rangka membangun dialog dan persaudaraan dengan komunitas Hindu-Dharma yang ada di Kabupaten Sikka, maksud partisipasi para mahasiswa STFK Ledalero tersebut juga memiliki tujuan akademis. Mereka sebetulnya hendak menggali lebih dalam khazanah kultus dan kepercayaan Hindu sebagai bahan penelitian untuk penulisan paper ilmiah Mata Kuliah (MK) Ilmu Perbandingan Agama.

Dari seluruh mahasiswa yang berkesempatan hadir, sebagian besar adalah anggota kelompok MK Ilmu Perbandingan Agama yang sedang menggeluti penelitian tentang Hinduisme. Ada dua kelompok yang sedang mengerjakan penelitian tentang kepercayaan Hindu, yakni kelompok Ritapiret I dengan judul “Perbandingan Bija dan Tirta Wangsuhpada dalam Kepercayaan Hindu Nusantara dan Tubuh dan Darah Kristus dalam Perayaan Ekaristi Gereja Katolik” serta kelompok Ritapiret II dengan judul “Perbandingan Konsep Tentang Cinta Kasih Menurut Kepercayaan Hindu Nusantara dengan Agama Katolik”.

Menurut Paulus Yanuarius Azi, ketua kelompok Ritapiret II, kehadiran mereka dalam rangkaian perayaan Nyepi merupakan bentuk observasi partisipatoris. “Sebelumnya, kami telah melakukan beberapa wawancara kualitatif dengan sejumlah tokoh Hindu Kabupaten Sikka. Observasi partisipatoris ini merupakan penyempurna data-data yang telah kami himpun untuk kepentingan penelitian kami”, kata Azi.

Di samping itu, semua mahasiswa yang datang mengenakan pakaian adat Bali, yang merupakan salah satu busana khas Hindu. “Dengan ini, kami tidak lagi sekedar melihat dari luar atau mencari pengetahuan dari sumber lain, melainkan secara antusias hendak masuk ke dalam untuk menggali pemahaman yang pasti”, ujar Laurentius G. W. Gu, ketua Kelompok Ritapiret I. (oleh: Roy Klemens Nage)

seminari ledalero ristek dikti alberta kanada2 perpus cogito plti sinta kover penerbit ritapiret kopertis8