PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

Formulir Pendaftaran Program S1 Filsafat Agama Formulir Pendaftaran Program S2 Teolog...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

MAKALAH SEMINAR REFORMASI PROTESTAN TANGGAL 28 OKTOBER 2017 STFK LEDALERO

26 October 2017 Mahasiswa

Sabtu,28 Oktober 2017 Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero akan menyelenggarakan Seminar dengan tema " Reformasi Protestan". Seminari ini akan digelar di Aula St. Thomas Aquinas Ledalero pada pukul 08.00 WITA waktu setempat. Seminar ini akan dibawakan oleh Dr. Georg Kirchberger (Dosen Teologi STFK Ledalero) dan Prof.Jan Sihar Aritonang (Profesor dan Dosen STT Jakarta). Adapun makalah yang akan dibawakan oleh kedua pemateri ini sebagai berikut:

1. Dr. Georg Kirchberger

Pengantar:

Satu latar belakang dan sekaligus alasan penting bagi Reformasi yang digalakkan Luther pada tahun 1517 dan selanjutnya ialah kemerosotan Gereja pada abad pertengahan yang memuncak pada abad XV dan XVI. Terutama pimpinan Gereja lebih berorientasi pada kekuasaan dan kekayaan daripada bimbingan rohani dan pengembangan iman dalam diri orang Kristen yang dipercayakan kepada pimpinan mereka.[1]

Karena kebobrokan nyata itu, maka selama abad XV dan XVI itu ada pelbagai usaha untuk membarui Gereja, Reformasi Luther tidak merupakan satu-satunya usaha pembaruan. Secara resmi pada tataran pimpinan Gereja diusahakan pembaruan melalui konsili Lateran V, tahun 1512 – 1517. Konsili Lateran V ini berakhir hanya beberapa bulan sebelum Martin Luther memakukan ke-95 tesisnya pada pintu gerbang gereja istana di Wittenberg dan memulai proses yang kita kenal sebagai Reformasi. Dalam kenyataan, Konsili Lateran V itu memperkuat kuasa paus, tetapi sama sekali tidak berhasil untuk membarui Gereja, hasil yang sebenarnya diharapkan dari konsili itu. Ketegangan antara kebutuhan besar akan pembaruan dan ketidakrelaan untuk membarui diri dan mengusahakan pembaruan pada pihak pimpinan Gereja merupakan satu faktor penting yang memacu pembaruan yang akhirnya menghasilkan perpecahan Gereja.[2]


[1] Erwin Iserloh, “Martin Luther und der Aufbruch der Reformation (1517-1525)”, dalam Hubert Jedin (Hrsg.) Handbuch der Kirchengeschichte Bd IV, Reformation, Katholische Reform und Gegenreformation, Freiburg-Basel-Wien: Herder, 1985; bdk. Axel Gotthard, “Wenn du werest in deiner tauff ersoffen: Die Reformation Martin Luthers“, dalam Welt- und Kulturgeschichte Bd 8, Frühe Neuzeit und Altamerika, Hamburg: Zeitverlag Gerd Bucerius, 2006, pp. 171-184.

[2] Rolf Decot, Kleine Geschichte der Reformation in Deutschland, Freiburg: Herder, 2005, p. 132.

   Download Materi

2. Prof.Jan Sihar Aritonang

Pengantar:

Sekurang-kurangnya ada dua kesan umum tentang Reformasi Gereja yang terjadi sejak 500 tahun yang lalu: (1) Reformasi itu berupaya – dan pada batas tertentu berhasil – membarui ajaran dan kehidupan gereja; dan (2) Reformasi itu menimbulkan perpecahan di dalam gereja. Seminar ini – khususnya makalah ini – akan mengkaji apakah dan sejauh mana kedua kesan itu benar, serta apa dampak dan maknanya bagi gereja pada masa kini, khususnya di Indonesia. Untuk membahasnya secara tuntas tentu dibutuhkan penelitian dan penulisan yang mendalam, panjang, dan rinci. Makalah ini terbatas pada beberapa aspek dan contoh, sembari dikaitkan dengan beberapa aspek lain; diharapkan bahwa sesudah ini banyak dari peserta yang mendalaminya lebih lanjut. Makalah ini mewakili kalangan Protestan, sedangkan Gereja Katolik Roma (GKR) diwakili Dr. G. Kirchberger.

   Download Materi
seminari ledalero ristek dikti stfk logo part perpus cogito plti sumur yakup penerbit ritapiret kopertis8