PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

Formulir Pendaftaran Program S1 Filsafat Agama Formulir Pendaftaran Program S2 Teolog...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

MALAM 1000 LILIN DAN DOA LINTAS AGAMA BERSAMA MENTERI TENAGA KERJA HANIF DAKIRI

09 October 2018 Mahasiswa

 

Iman yang sejati mesti hidup di dalam pengorbanan dan solidaritas yang nyata. Tidak saja dalam simpati biasa. Di tengah zaman yang semakin maju, kita pun bisa terjebak dalam solidaritas semu, ketika kita terjebak dalam verbalisme. Bencana alam di Palu dan Donggala merupakan bagian dari kesedihan kita bersama. Solidaritas dan gerakan kita malam ini adalah bukti cinta kita pada nilai kemanusiaan yang mesti melampaui batas-batas perasaan dan kepentingan kita sendiri. Mari kita belajar melitas batas demi kemanusiaan universal.

Hal itu disampaikan oleh Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Pr., di hadapan hadirin yang mengikuti kegiatan ‘Malam 1000 Lilin dan Doa Lintas Agama’ pada Selasa (9/10). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Kerjasama Peduli Korban Gempa Palu, Donggala dan Mamuju ini diadakan di depan gedung Sikka Convention Center. Kegiatan itu merupakan kelanjutan dari kegiatan pengumpulan dana yang dilakukan selama 7 hari oleh para mahasiswa STFK Ledalero. Para mahasiswa STFK Ledalero melakukan kegiatan tersebut di kota Maumere dan sekitarnya dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 70.640.000,00.

Dalam sapaan pembukaannya, Sr. Eustochia Monika Nata, SSpS selaku ketua penyelenggara kegiatan tersebut mengungkapkan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan materi dan dana untuk para korban. Pada bagian lain, Sr. Eustochia, demikian ia biasa disapa, juga menyatakan bahwa duka mereka adalah duka kita. “Duka mereka adalah duka kita. Karena itu pada waktu terakhir ini, kami mencoba untuk merenungkan bagaimana penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana alam. Kita juga bersyukur bahwa kita tergerak untuk dapat menyumbang dana dan materi kepada mereka,” demikian tuturnya.

Dr. Otto Gusti Nd Madung, ketika diberi kesempatan melaporkan hasil pengumpulan dana, juga menyatakan bahwa dana yang terkumpul mungkin tidak ada artinya jika dibandingkan dengan penderitaan para korban. Tapi sekurang-sekurangnya, demikian lanjut ketua STFK Ledalero itu, kita telah memberikan tanda bahwa lewat aksi-aksi ini kita dapat memberi dari kekurangan dan lebih dari itu juga berarti mewartakan Allah yang solider terhadap para korban.malam seri lilin 15

Pada bagian lain, Otto, demikian sapaannya, juga mengungkapkan bahwa bantuan dari seluruh pelosok Indonesia turut memperkokoh solidaritas dan persatuan sebagai bangsa. “Gempa tersebut bukan hanya mendatangkan penderitaan tetapi juga solidaritas dari berbagai penjuru dunia dan Indonesia. Karena itu, bencana alam ini telah memperkokoh persatuan dan persaudaraan kita sebagai bangsa Indonesia di tengah situasi ketika perbedaan dan kebhinekaan dilihat sebagai ancaman,” demikian kata Otto.

Bahu Membahu

Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakiri, di sela-sela kegiatannya di Maumere juga menyempatkan diri mengikuti acara malam ‘1000 Lilin & Doa Lintas Agama ini’. Dalam sambutannya, salah satu personil band Yoyo ini mengungkapkan kegembirannya atas kepedulian yang ditunjukkan kepada sesama warga walaupun berbeda dan juga terhadap mereka yang tertimpa bencana. “Saya merasa senang betul sebagai warga bangsa Indonesia karena ternyata kepedulian kita terhadap sesama warga bangsa masih begitu tinggi walaupun kita memiliki perbedaan. Mari kita bahu-membahu, mensolidkan diri dan mengompakkan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah perbedaan yang kita miliki,” demikian kata Hanif.

Hanif Dakiri juga berpesan kepada kaum muda agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan media sosial. Hanif menyatakan di dalam media sosial banyak beredar informasi bohong dan informasi yang bertujuan memecah belah bangsa Indonesia. “Saya juga berpesan kepada anak-anak muda agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan media sosial karena banyak sekali informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan bohong. Kita harus berhati-hati betul agar informasi-informasi yang hoax itu tidak memecah belah bangsa,” kata Hanif dalam sambutannya.

Jalannya Kegiatan

malam seri lilin 3Kegiatan ‘Malam 1000 Lilin & Doa Lintas Agama’ ini dimulai tepat pukul 18.00. Acara dibuka dengan nyanyain Elegi dari Ebit G. Ade yang dibawakan oleh San Pedro Band. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sapaan pembuka dari ketua penyelenggara kegiatan, Sr. Eustochia M. Nata, SSpS, dan dilanjutkan dengan laporan hasil pengumpulan dana dan perinciaan pemasukan yang dibawakan oleh Ketua Sekolah STFK Ledalero.

Sesudah itu dilakukan acara penyalaan obor utama oleh Uskup Maumere. Api obor utama dipakai untuk menyalakan obor-obor kecil di tangan para tokoh dari tiap-tiap agama. Obor kecil tersebut dipakai untuk menyalakan lilin undangan. Sembari diiringi lilin bernyala, perwakilan dari tiap agama diberi kesempatan untuk memimpin doa. Sesudah doa, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Tenaga Kerja dan diikuti dengan siraman rohani dari Uskup Maumere. Acara yang berakhir pada 21.00 tersebut ditutup dengan puisi yang dibawakan oleh saudara Vian dan Mario Kali. Sebelum kembali ke tempat penginapannya, Menteri Tenaga Kerja menyempatkan diri manggung bersama mahasiswa STFK Ledalero.

Acara ini dihadiri oleh Hanif Dakiri selaku Menteri Tenaga Kerja, Romanus Woga selaku Wakil Bupati Sikka, para pejabat pemerintahan kabupaten sikka, Uskup Maumere, para wakil dari tiap agama, biarawan-biarawati, mahasiswa STFK Ledalero, siswa-siswi SMA di kota Maumere dan masyarakat umum.  

        

 

seminari ledalero ristek dikti alberta kanada2 perpus cogito plti sinta kover penerbit ritapiret kopertis8