PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

Formulir Pendaftaran Program S1 Filsafat Agama Formulir Pendaftaran Program S2 Teolog...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

MENAKJUBKAN, CALON PASTOR SVD DI MAUMERE BELAJAR SHOLAT

23 February 2018 Mahasiswa

Maumere, seputar-ntt.com – Kisah menakjubkan diukir sembilan orang biarawan calon pastor Serikat Sabda Allah (SVD-Sovietas Verbi Divini) pasalnya, mereka yang sehari-hari bergelut dengan berdoa di Biara dan kuliah di STFK Ledalero harus “keluar” dari rutinitas harian itu. Kali ini mereka menyempatkan diri untuk belajar sholat di Mesjid Al-Mujahidin Geliting, Kecamatan Kewapante.

Sembilan orang calon pastor itu antara lain, Frater Aris Veto,SVD, Frater Ans Sau,SVD, Frater Iden Tober,SVD, Frater Asis Moron SVD, Frater Ade Riberu,SVD, Frater Benny Raidays,SVD, Frater Dede Beo,SVD, Frater Muce Bakang,SVD, dan Frater Benny Bnani,SVD. Sementara itu, guru sholat mereka adalah Imam Mesjid Al-Mujahidin Geliting, Hj. Firdaus, Muhammad Ayub dan Anton.

Pantauan seputar-ntt.com, Kamis (22/2/2018) sore, situasi kental dengan nuansa kekeluargaan. Mereka duduk membentuk lingkaran tepat di teras depan Masjid Al-Mujahidin Geliting. Para frater itu diberi kesempatan untuk bertanya seputar tata cara sholat, maksud dan makna setiap gerakan ketika sholat hingga seputar kumandang adzan. Sesekali ada senyum dan tawa yang bersaing dengan riuhnya bunyi knalpot kendaraan yang melintasi jalan Trans Maumere-Larantuka itu.

Menurut Pater Hendrik Maku,SVD yang ikut mendampingi kesembilan mahasiswa pasca sarjana Teologi Kontekstual STFK Ledalero ini, kegiatan belajar sholat yang mereka lakukan lebih berupa dialog dan sharing mengenai tata cara berdoa yang dipraktekan umat muslim dan Katolik.

“Melalui dialog dan sharing tadi, kami betul diperkaya. Kami bisa simpulkan bahwa sebenarnya ada banyak kesamaan antara Katolik dan Islam terlebih soal tata cara berdoa. Saya pikir hanya berbeda istilah dan gerak tubuh sementara konsep dan tujuannya sama,” ujar Pater Hendrik.

Diakui Jebolan Universitas Kairo ini, ilmu yang didapat para calon pastor lewat mata kuliah Islamologi dan ilmu perbandingan agama belum cukup menjadi bekal bagi mereka ketika sudah menjadi misionaris dan bekerja di luar negeri. Karena itu, baginya dialog bersama imam di Mesjid Al-Mujahidin adalah waktu yang tampan bagi mereka untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Lebih dari itu, lanjut Pater Hendrik, kesempatan ini juga digunakan untuk berdialog mengenai situasi negara Indonesia yang tengah dilanda gelombang radikalisme. Ia meyakini lewat dialog seperti ini mereka sudah berusaha untuk merawat kebhinekaan Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan Frater Ade Riberu, menurutnya, momen belajar sholat di Masjid Al-Mujahidin merupakan momen yang langka karena ia baru pertama kali mendengar penjelasan yang lengkap mengenai tata cara sholat umat muslim.

Frater Ade mengharapkan kegiatan semacam ini bisa terus dilakukan oleh STFK Ledalero sehingga jalinan komunikasi dan persaudaraan antarumat beragama di Maumere tetap kuat dan solid. Jika hal ini bisa dipertahankan maka gelombang radikalisme tidak akan sampai menghanyutkan persaudaraan antarumat beragama di Maumere.(tos)

seminari ledalero ristek dikti alberta kanada2 perpus cogito plti sinta kover penerbit ritapiret kopertis8