PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

Formulir Pendaftaran Program S1 Filsafat Agama Formulir Pendaftaran Program S2 Teolog...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

MENUJU NTT YANG LEBIH BAIK, GUBERNUR NTT VIKTOR BUNGTILU LAISKODAT DALAM KULIAH UMUM DI STFK LEDALERO

24 November 2018 Mahasiswa

“Kalau berbicara tentang semangat kebangkitan Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju kesejahteraan, sesuai dengan tagline gubernur dan wakil gubernur NTT saat ini, maka pertanyaan serius yang mesti dijawab adalah bangkit seperti apa yang mesti dipikirkan? Berulang kali saya mengatakan bahwa yang perlu bangkit adalah cara berpikir manusia NTT saat ini. Cara berpikir manusia NTT saat ini harus bangkit. Dalam membangun NTT di tengah berbagai persoalan, situasi terpuruk, rusak dan tidak teratur, kita tidak mungkin memakai pendekatan biasa-biasa saja. Kita harus memakai pendekatan yang luar biasa dan langkah ekstrem.”

Hal ini disampaikan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), ketika memberikan  kuliah umum di Aula St. Thomas Aquinas STFK Ledalero pada Sabtu (24/11). Kuliah umum dengan tema ‘Merajut Mimpi dan Harapan tentang NTT yang Lebih Baik’ ini diselenggarakan oleh panitia pesta emas STFK Ledalero.akuliah umum gubernur laiskodat 18

Dalam membuka kuliah umum tersebut, VBL terlebih dahulu membenarkan berbagai persoalan yang diungkapkan oleh Ketua Pembina Yayasan Persekolahan St. Paulus, Ende dalam sambutan pembuka acara kuliah umum. “Tadi dalam sambutannya, Ketua Pembina Yayasan Persekolahan St. Paulus Ende telah menjelaskan dengan sangat baik berbagai masalah yang menurut saya juga merupakan bagian dari masalah dunia,” demikian tutur VBL.

Dalam sambutan pembuka kuliah umum, P. Lukas Jua, SVD selaku Ketua Pembina Yayasan Persekolahan St. Paulus, Ende mengungkapkan berbagai persoalan yang kini tengah melanda NTT. Beberapa persoalan itu antara lain perdagangan orang dan HIV & AIDS,mutu pendidikan yang rendah, infrastruktur jalan provinsi yang rusak, korupsi merajalela, kurangnya lapangan kerja dan lemahnya semangat atau pendidikan wirausaha.

Visi dan Sistem.

kuliah umum gubernur laiskodat 26Secara umum, hal yang diperlukan dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut adalah membangkitkan visi dan membangun sistem. Beberapa di antara persoalan-persoalan tersebut, kata Gubernur NTT, terjadi karena kehilangan visi. Gubernur NTT misalnya menyoroti persoalan kehilangan visi dalam pendidikan NTT. “NTT khusus pada sektor pendidikan telah kehilangan visi untuk membangun manusia. Visi kita hari ini yaitu anak-anak bersekolah hanya untuk mendapatkan gelar, sertifikat dan ijazah. Tingkat literasi di NTT juga masih rendah”, demikian kata VBL. Karena itu, sambung Politikus Partai NASDEM tersebut, dalam mengatasi berbagai persoalan yang tengah melanda NTT, hal yang paling penting adalah membangkitkan visi.

Selain menghidupkan kembali visi membangun manusia, Gubernur juga menekankan keterlibatan Gereja dalam membangun pendidikan yang bermutu. “Pendidikan di NTT tidak bisa diserahkan kepada pemerintah semata-mata. Pemerintah memiliki ruang fiskal yang terbatas. Karena itu Gereja harus berperan serta. Saya bicara dengan teman-teman dari sinode GMIT dan teman-teman Gereja Katolik. Saya ingin agar semua Gereja punya sekolah mulai dari TK, SD, SMP dan SMA. Sumber daya gurunya disiapkan oleh Gereja. Para pendeta, pastor dan suster menjadi guru semua. Saya ingin membangun pendidikan kita menjadi solid. Pemerintah akan menyuplai dana sesuai yang dibutuhkan. Tidak cukup kita bermimpi mengejar ketertinggalan kita dan memiliki pendidikan yang baik dengan kondisi kita seperti hari ini. pemerintah akan menarik guru PNS dari sekolah swasta dan sekolah swasta akan murni swasta. Pemerintah hibah anggaran untuk sekolah swasta ini. Saya hanya memberikan dana kepada Gereja yang bertanggung jawab mengurus pendidikan,” demikian tutur VBL.

Dalam mengatasi persoalan bidang lain, politikus yang pernah menjadi kader Golkar tersebut juga menekankan perlunya membangun sistem dalam mengatasi persoalan-persoalan lain. “Saya coba berkosentrasi pada hal yang menyelesaikan masalah. Itu tentunya sebuah perencanaan ketika kita menetapkan apa saja persoalan tersebut dan mendesain sistem dan komitemen kita dalam menyelesaikan masalah tersebut,” demikian tuturnya.

Mantan anggota DPR RI itu pada bagian lain juga menjelaskan sistem yang dirancang untuk mengelola destinasi-destinasi wisata. Gubernur NTT tersebut menekankan pentingnya manajemen berbasis online agar tidak terbuka peluang korupsi bagi para pelaku wisata di lapangan. Selain menekankan manajemen berbasis online, VBL juga menekankan kemasan pengelolaan daerah wisata. Daerah potensi wisata perlu dikelola dalam kemasan yang bisa mendatangkan keuntungan yang banyak.

“Di alor itu, belum banyak di dunia, bisa memanggil ikan dari lautan bebas. Tetapi celakanya siapapun boleh datang lalu dia panggil. Dapat ikan hiu lalu dinaikkan di atas perahu. Bukankah itu bisa dibuat dalam bentuk festival. Hanya bisa dilakukan satu tahun satu kali dan setiap peserta harus bayar mahal. Setiap peserta harus bayar Rp. 10.000.000. Model festival seperti itu bisa mendatangkan keuntungan yang banyak. ” demikian tuturnya.

Selain menjelaskan berbagai visi dan sistem dalam aspek pendidikan dan pariwisata, VBL juga memaparkan berbagai strategi dan aksi yang akan dilakukan untuk membangun berbagai aspek kehidupan lainnya. Dalam aspek pertanian dan peternakan, VBL akan menerapkan berbagai strategi yang sudah dipelajari dari berbagai negara maupun seperti yang direkomendasikan para ahli. 

Terima Kasih.

Gubernur NTT sangat berterima kasih karena berkenan memberikan kuliah umum di STFK Ledalero. Kesempatan tersebut juga disebut oleh VBL sebagai kesempatan untuk menimba inspirasi. Pater Provinsial SVD Ende selaku pembina Yayasan Persekolahan St. Paulus Ende juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT yang berkenan memberikan kuliah umum kepada civitas akademika STFK Ledalero.

kuliah umum gubernur laiskodat 23Kuliah umum ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Hadir dalam kuliah umum ini antara lain Roby Idong selaku Bupati Sikka, Alex Longginus selaku Ketua DPC PDIP Sikka, Honing Sanny selaku kader Golkar, Sarah Lery Mboeik, Aleksius Armanjaya, Frans Sape, utusan berbagai SMA dan Perguruan Tinggi, masayarakat biasa dan segenap civitas akademika STFK Ledalero. 

Penulis : Arsen Jemarut

Galeri 

seminari ledalero ristek dikti alberta kanada2 perpus cogito plti sinta kover penerbit ritapiret kopertis8