PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual Informas...

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

PROGRAM STUDI S1 FILSAFAT TERAKREDITASI : B SK BAN-PT : 1985/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/20...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

PEDULI LINGKUNGAN, 50 ORANG MAHASISWA STFK LEDALERO TANAM 150 ANAKAN POHON BERINGIN.

10 February 2019 Mahasiswa

Gambar: 50 orang mahasiswa/i STFK Ledalero bersama masyarakat Pomat adakan penghijauan di Mata Air Wae Gajon-Kojagelo kampung Pomat, Kecamatan Alok Barat, Sabtu (10/2).

Sebanyak 50 orang mahasiswa STFK Ledalero terlibat dalam aksi peduli lingkungan berupa menanam pohon di sekitar mata air Wae Gajon-Kojagelo. Mata air Wae Gajon tersebut terdapat di kawasan hutan ulayat masyarakat kampung Pomat, Kecamatan Alok Barat, Kelurahan Waeliti, RW 06, RT 16 dan 17.

Kegiatan penanaman 150 anakan pohon beringin yang dilaksanakan pada Sabtu (9/2) tersebut diselenggarakan berkat kerja sama antara seksi aksi sosial panitia pesta emas STFK Ledalero dan SEMA STFK Ledalero. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30-12.30 tersebut melibatkan mahasiswa dan mahasiswi STFK Ledalero dan masyarakat Pomat. penghijauan 2019 2

Mata air Wae Gajon-Kojagelo tersebut dikonsumsi oleh masyarakat kampung Pomat dan Urun Pigang. Akan tetapi, akhir-akhir ini volume air yang semakin berkurang menyebabkan air mengalir terputus-putus ke masyarakat Urun Pigang. Menyadari masalah tersebut, masyarakat Pomat kemudian sangat antusias menyambut program peduli lingkungan yang ditawarkan oleh panitia pesta emas STFK Ledalero tersebut.

Fransiskus Minggus, tokoh masyarakat Pomat yang ikut mendampingi para mahasiswa selama kegiatan tersebut, menyatakan bahwa air yang berasal dari Wae Gajon akhir-akhir ini terus berkurang terutama pada musim kering. Hal tersebut disebabkan oleh semakin berkurangnya pohon besar di sekitar mata air tersebut yang dapat berfungsi sebagai resapan air.

Penebangan liar di kawasan hutan mata air Wae Gajon tersebut menjadi salah satu penyebab berkurangnya pohon besar. “Dahulu sebelum ada penegakan aturan yang ketat bagi masyarakat yang menebang kayu di hutan, masyrakat sering memotong kayu-kayu besar di hutan sekitar mata air tersebut,” demikian tambah Frans.

Kehadiran aturan yang melindungi kawasan hutan sedikitnya menyurutkan niat warga dalam aktivitas penebangan liar tersebut. Masyarakat tidak lagi melakukan penebangan liar. Akan tetapi, demikian tambah tokoh masyarakat selaku ketua lingkungan St. Agnes Pomat tersebut, muncul pula persoalan lain yang merusak kawasan hutan tersebut.

Selain karena aktivitas penebangan hutan, aktivitas pembakaran untuk membuka lahan baru juga ikut menghambat pertumbuhan kayu yang ditanam di kawasan mata air tersebut. Untuk diketahui, kawasan hutan mata air Wae Gajon tersebut sekaligus menjadi daerah sasaran program peduli lingkungan dari karitas maumere.

“Mata air yang dipakai selama ini memang masih berjalan tetapi debitnya semakin berkurang. Pohon pelindungnya juga semakin berkurang. Ketika sudah banyak warga yang mulai bermukim di sini, mulai muncul kebakaran-kebakaran. Aktivitas warga demikian juga membuat kawasan hutan di sekitar mata air menjadi rusak,” demikian tutur Frans. 

Seperti ditambahkan oleh Frans, demikian ia biasa disapa, Caritas Maumere pernah memberikan perhatian yang serius selama setahun untuk mengadakan pelestarian lingkungan di kawasan hutan mata air Wae Gajon tersebut. Dalam program penghijauan selama setahun tersebut, Caritas Maumere menanami berbagai jenis pohon termasuk kemiri, sirih dan pinang. Proyek yang dibawakan oleh Caritas Maumere tersebut dipandu oleh P. Eman Embu, SVD.

Akan tetapi, proyek tersebut tidak berjalan optimal karena warga tidak membebaskan lahannya untuk ditanami pohon. Frans menambahkan bahwa program tersebut bisa berjalan optimal andai warga membebaskan lahannya untuk ditanami pohon. Pembebasan lahan sembari tanah tersebut tetap menjadi hak milik warga asalkan warga tidak menggarap lahan tersebut.

Selain kurangnya kesedian masyarakat untuk memberikan tanah yang luas dalam program penghijauan, aktivitas pembakaran yang dilakukan oleh warga sekitar juga menghanguskan anakan pohon yang telah ditanam dalam proyek dari Caritas Maumere tersebut.penghijauan 2019 2

Bapak Frans juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan kegiatan penanaman pohon yang dilakukan oleh mahasiswa dan mahasiswi STFK Ledalero. Kegiatan tersebut sangat berguna demi kelangsungan hidup lingkungan di sekitar mata air tersebut. “Kami masyarakat di sekitar Pomat ini menikmati mata tersebut. Sehingga, kami merasa bersyukur dan berterima kasih karena mahasiswa dan mahasiswi dari STFK Ledalero telah melakukan penghijauan di sekitar mata air tersebut,” demikian pukas Frans.

Aksi Konkret.

Patrisius Haryono, salah seorang mahasiswa STFK Ledalero yang ikut terlibat dalam program peduli lingkungan tersebut, menyatakan bahwa kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan salah satu bentuk aplikasi salah satu dari tridarma perguruan tinggi, yakni mengabdi kepada masyarakat.

Selain itu, sambung Yono, kegiatan tersebut juga menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa dan mahasiswi STFK Ledalero dan masyarakat umum untuk tetap komit dan giat dalam melestarikan bumi. Staf SEMA STFK Ledalero tersebut juga melanjutkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut dari pelbagai ilmu yang dipelajari di dalam ruang kelas terutama dalam kaitannya dengan mengatasi persoalan lingkungan hidup.

“Kegiatan ini merupakan sebuah pelajaran berharga. Para mahasiwa dan mahasiswi bisa terlibat langsung dalam kegiatan aksi sosial berupa pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajakan bagi para mahasiswa dan mahasiswi untuk tetap komit dalam melestarikan bumi dan dalam menjaga keberlangsungan hidup kita di waktu yang akan datang,” demikian kata Yono.

Aksi ke Depan

Yohanes P. Selai selaku anggota seksi aksi sosial panitia pesta emas STFK Ledalero menandaskan bahwa masih ada banyak program yang akan dilakukan ke depan yang diselenggarakan oleh seksi aksi sosial dalam rangka memeriahkan tahun yubileum emas STFK Ledalero.

“Berbagai program masih akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan. Salah satu misalnya adalah penyumbangan buku ke taman baca kota Maumere,” demikian kata Yonas ketika dimintai keterangan oleh media ini. (Arsen Jemarut).

    

 Galeri Kegiatan

jurnal JL ristek dikti verbum svd universitas kepausan gregoriana seminari ledalero perpus plti alberta kanada2 cogito penerbit