PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual Informas...

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

PROGRAM STUDI S1 FILSAFAT TERAKREDITASI : B SK BAN-PT : 1985/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/20...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

STFK LEDALERO MELAKSANAKAN OSPEK BAGI MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2018/2019

18 August 2018 Mahasiswa

          Sabtu, 18 Agustus 2018 pukul 15:00-18:20, mahasiswa baru STFK Ledalero tahun akademik 2018/2019 memadati aula STFK Ledalero untuk mengikuti kegiatan OSPEK. Kegiatan OSPEK akan berlangsung selama tiga hari yaitu hari Sabtu (18 Agustus), Senin (20 Agustus), dan Sabtu (25 Agustus).

            Kegiatan OSPEK hari pertama diawali oleh ucapan welcome dari Ketua Senat Mahasiswa, Saudara Ono Jonsi, untuk mahasiswa baru. Dalam kata pengantarnya, Saudara Ono mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung dalam civitas akademika STFK Ledalero bagi mahasiswa baru. Dia juga menghimbau agar mahasiswa baru serius dan terlibat aktif dalam mengikuti kegiatan OSPEK selama tiga hari ke depan.

            Kegiatan OSPEK hari pertama menghadirkan dua orang pembicara yaitu Ketua Sekolah STFK Ledalero, P. Otto Gusti, SVD dan Wakil Ketua II, P. Maxi Manu, SVD. Sesi pertama pembicaraan ditanggung oleh P. Otto, SVD dan sesi kedua pembicaraan ditanggung oleh P. Maxi, SVD.

 

Tujuan Pendidikan dan Sikap Ilmiah

            Pukul 15:15, P. Otto, SVD memulai pembicaraannya. Mengawali pembicaraannya, beliau menyampaikan gagasan inspiratif Horace Mann. Mann menegaskan “Education is our only political safety, outside of the ark is the deluge”- Pendidikan adalah pengamanan politik kita satu-satunya, di luar bahtera ini hanya ada banjir dan air bah. Bertolak dari gagasan Mann, P. Otto, SVD menegaskan bahwa pendidikan masih menjadi senjata ampuh dalam mengusahakan kemajuan sebuah negara. Pendidikan mempunyai tujuan mulia yaitu untuk membentuk nurani intelektual. Nurani intelektual tampak dalam sikap ilmiah dalam hidup sehari-hari.

            Pater Ketua Sekolah mengharapkan agar mahasiswa baru STFK Ledalero tahun akademik 2018/2019 berkomitmen untuk memiliki sikap ilmiah dalam hidup sehari-hari. Beliau menyampaikan beberapa ciri-ciri sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa STFK Ledalero. Pertama, percaya hanya kalau ada bukti-bukti yang dapat dipegang. Berkaitan dengan ciri ini, P. Otto, SVD mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak dalam hoax apalagi menjadi penyebar hoax. Untuk itu, beliau menekankan pentingnya sikap kritis dalam membaca dan mendalami berita-berita. Kedua, kesediaan untuk mengakui bahwa bukti-bukti itu pun bisa salah. Untuk itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang terbuka dan rendah hati dalam menerima kritikan-kritikan dari sesama.

            Pater Ketua Sekolah juga menegaskan bahwa sikap ilmiah dapat mengubah cara hidup seseorang secara radikal. Menurut beliau, ada dua cara hidup seseorang yang memiliki sikap ilmiah. Pertama, lebih menghargai seni dan keindahan ketimbang kekayaan. Orang Barat yang pikirannya sudah maju rela mengorbankan kekayaan untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata yang memiliki keindahan alam. Kedua, cara hidup yang lebih mengutamakan kecerdasan dan percaya diri ketimbang kebanggaan terhadap status (gelar akademik). “Di Indonesia, banyak orang yang mereduksi hakikat pendidikan hanya sebatas pada urusan ijazah dan gelar akademik. Lebih parah lagi kenyataan yang menunjukkan bahwa ijazah dan gelar akademik dijadikan alasan untuk berlaku sombong dan merendahkan orang lain” tegas P. Otto, SVD. Beliau menaruh harapan agar motivasi studi mahasiswa STFK Ledalero bukan hanya sekadar untuk mendapat ijazah dan gelar akademik, tetapi yang lebih mulia dari itu adalah mengabdikan ilmu untuk kepentingan banyak orang.

            P. Otto, SVD juga menaruh harapan agar mahasiswa tidak hanya terlibat aktif dalam kegiatan perkuliahan di kelas, tetapi juga harus mengambil peran dalam kegiatan-kegiatan akademik di luar kelas seperti bergabung dengan kelompok diskusi untuk mendiskusikan masalah-masalah dalam kehidupan bersama dan menuliskan ide-ide untuk dipublikasikan di berbagai media, baik media cetak maupun media online untuk menjadi konsumsi publik. Dengan itu, mahasiswa STFK Ledalero menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat agar masyarakat menjadi semakin cerdas dan berwawasan luas dalam menyelesaikan berbagai problem.

 

Sarana dan Prasarana, Keuangan, dan Tenaga Kependidikan

            P. Maxi Manu, SVD sebagai Wakil Ketua II yang mengurus bidang keuangan memfokuskan perhatiannya pada tiga hal penting yaitu sarana dan prasarana, keuangan, dan tenaga kependidikan. Dalam pembicaraannya, Wakil Ketua II menyebutkan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh STFK Ledalero, seperti ruangan kelas, laboratorium bahasa, dan perpustakaan. Sarana dan prasarana tersebut milik bersama dan digunakan untuk mewujudkan kepentingan bersama pula. Setiap komponen STFK Ledalero memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga keberadaan sarana dan prasarana di STFK Ledalero. Dalam hal ini, menurut beliau, rasa memiliki menjadi sebuah keutamaan yang mesti dimiliki oleh setiap komponen STFK Ledalero.

Hal kedua yang dibahas oleh beliau adalah soal keuangan. Beliau mengingatkan mahasiswa agar tidak main-main dengan soal keuangan. Mahasiswa diharapkan melunasi keuangan dengan tepat waktu agar kegiatan perkuliahan bisa berjalan lancar. Mahasiswa yang terlambat melunasi keuangan perkuliahan akan menerima sanksi dari STFK Ledalero. Beliau juga menambahkan bahwa segala jenis pembayaran keuangan langsung berhubungan dengan pihak Bank Negara Indonesia (BNI) yang akan datang mengunjungi STFK Ledalero sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

Hal terakhir yang diulas oleh P. Maxi, SVD adalah soal tenaga kependidikan. Beliau memperkenalkan tenaga-tenaga kependidikan yang mendedikasikan diri untuk STFK Ledalero. Beliau mengharapkan agar mahasiswa dan tenaga kependidikan bisa menjalin hubungan yang harmonis, membangun komunikasi yang baik, dan saling menaruh respek satu terhadap yang lain sehingga kegiatan perkuliahan di STFK Ledalero bisa berjalan lancar dan dapat menghasilkan output berkualitas yang berguna bagi Gereja dan bangsa. (Jean Loustar Jewadut).

 

 

verbum svd universitas kepausan gregoriana seminari ledalero perpus plti PDDIKTI baru alberta kanada2 cogito penerbit ristek dikti