AGENDA

05March

Launching Pusat Layanan Bahasa (PLB) STFK Ledalero

10.00  Lab Bahasa Heinze Mundhenke

23February

Temu Alumni STFK Ledalero Se-Jabodetabek Tahun 2019

18.00  Aula Gereja St. Yosef Matraman Jakarta Timur

12January

Jadwal Konser Musik dan Paduan Suara STFK Ledalero Tahun 2019

19.00  5 Kota di Pulau Flores

more

PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

Formulir Pendaftaran Program S1 Filsafat Agama Formulir Pendaftaran Program S2 Teolog...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

STFK LEDALERO MEMBUKA 3 PROGRAM STUDI BARU

15 December 2018 Mahasiswa

Ende, Florespos.co – Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero akan membuka program studi (Prodi) baru pada tahun 2019.

Ketua STFK Ledalero, Pater Otto Gusti Madung, SVD menyampaikan ini kepada Flores Pos usai pertemuan pembahasan kurikulum Prodi yang baru di aula Provinsialat SVD Ende, Rabu (12/12).

Dalam perencanaan, kata Pater Otto, ada tiga Prodi yang akan dibuka, yakni Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik (PKK) yang berada di bawah Bimas Katolik, Prodi Magister Filsafat di bawah Kementerian Ristek Dikti, dan Prodi Bahasa Inggris.

“Prodi yang akan dibuka tahun depan itu adalah PKK dan Magister Filsafat. Sedangkan, Prodi Bahasa Inggris, kita rencanakan dimulai tahun 2020, karena kita harus memroses banyak hal, termasuk menyiapkan tenaga pengajar,” katanya.

Menurut Pater Otto, awal Januari 2019 ini tim STFK Ledalero akan ke Jakarta untuk bertemu Dirjen Bimas Katolik guna menyerahkan dokumen pendaftaran. Selanjutnya, tim Bimas Katolik akan melakukan visitasi untuk memastikan lahan, ruang perkuliahan, dan tenaga dosen.

Pembukaan Prodi PKK, menurut Pater Otto, terasa sangat mendesak. Sebab, berdasarkan pengalaman, guru-guru yang diterima untuk mengajar agama Katolik di sekolah-sekolah harus berijazah Pendidikan Agama.

Selama ini, banyak lulusan awam STFK Ledalero, meski mempunyai kualitas yang sangat bagus, namun tidak bisa diterima untuk mengajar atau menjadi PNS karena berijazah filsafat, bukan pendidikan agama Katolik.

Selain itu, setiap tahun lebih dari dua ratusan mahasiswa yang mendaftarkan diri pada STFK Ledalero, sementara STFK hanya hanya mampu menerima 230 mahasiswa. Karena itu, ke depannya, mahasiswa yang lainnya dapat diarahkan ke Prodi PKK tersebut.

“Saya pikir, hal ini sangat baik karena dapat mempermudah mereka. Apalagi, jumlah mahasiswa awam dari tahun ke tahun semakin bertambah,” paparnya.

Pater Otto juga menegaskan, Prodi yang baru ini dibuka untuk meningkatkan kualitas guru agama. STFK Ledalero mau berkontribusi juga dalam menyiapkan tenaga-tenaga guru agama yang andal.

Menurutnya, memang ada banyak Sekolah Tinggi Pastoral (Stipas) dan lembaga Pendidikan Guru Agama di Flores, tetapi kita juga mau berkontribusi dan berkompetisi dengan lembaga-lembaga yang sudah ada demi meningkatkan kualitas guru-guru agama.

Penekanannya pada aspek pastoral, yakni melatih para guru untuk lebih kompeten, terampil, dan kreatif dalam mengajar dan berpastoral. Untuk itu, mereka harus disiapkan secara matang oleh STFK Ledalero dengan segala ilmu.

“Ada beberapa kelompok mata kuliah yang juga dirancang pada pertemuan ini untuk dua program studi yang akan dibuka tahun depan, yakni kelompok pendidikan umum, kelompok teologi, kelompok Kitab Suci, serta mata kuliah khas STFK Ledalero dan kewarganegaraan. Ada kekhususan mata kuliah pada Prodi PKK, seperti bahasa Latin dan lain-lain, serta beragam dosen dari luar negeri maupun dalam negeri,” tambahnya.

 

Lembaga Bahasa Inggris

 Pater Otto menambahkan, STFK Ledalero juga akan mulai dengan satu lembaga baru, yaitu lembaga Bahasa Inggris pada Januari 2019. Lembaga ini memberikan kursus TOEFL dan pelayanan kursus bahasa Inggris untuk masyarakat luas dan mahasiswa.

“Selama ini, banyak orang terpaksa ke luar daerah untuk belajar Bahasa Inggris. Karena itu, kita berupaya agar orang bisa belajar di Flores tanpa perlu ke luar daerah,” katanya.

Hal senada disampaikan Erlyn Lazar, salah satu staf yang mengurus Lembaga Bahasa Inggris tersebut. Ia mengatakan, lembaga ini akan mengarah kepada pelayanan ke dalam dan ke luar.

“Kita berencana membuka kelas-kelas persiapan tes TOEFL, kursus bahasa Inggris untuk tujuan khusus, dan jasa penerjemahan dokumen bersertifikat. Dengan begitu, kita dapat membimbing masyarakat, terutama mahasiswa, untuk semakin mampu berbahasa inggris,” tambahnya.

Sejauh ini, tambah Erlyn, aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris semestinya sudah sampai pada tataran mengasah. Tetapi, kenyataannya, hampir semua orang masih berjuang mulai dari paling dasar, yaitu motivasi. Oleh karena itu, lembaga ini dapat membantu pelayanan secara maksimal untuk peningkatan kemampuan dan keterampilan berbahasa Inggris.

Pater Lukas Jua, Provinsial SVD Ende, mengemukakan bahwa lembaga bahasa ini bertujuan untuk menyiapkan lulusan yang mampu berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris.

“Kita melayani masyarakat dan juga menyiapkan para misonaris menjadi lebih terampil berbahasa asing,” ucapnya.

 

Kerasulan Pendidikan

 Pater Lukas Jua mengatakan, salah satu prioritas SVD adalah kerasulan pendidikan sekolah. Menurutnya, sudah waktunya STFK Ledalero mengembangkan diri dengan lebih banyak Prodi. Sebab, lembaga pendidikan ini tidak hanya mendidik calon imam, tetapi juga mendidik kaum awam yang berjumlah semakin banyak dari tahun ke tahun.

“Di samping memprioritaskan pendidikan bagi para calon imam, kita juga mau menyiapkan misionaris awam yang kita didik seperti para calon imam. Tujuannya, agar mereka semakin mengenal iman katolik secara kritis dan siap menjadi misionaris awam yang diutus ke mana saja. Atas dasar itu, mereka harus disiapkan secara baik dari segi keterampilan dan teologi pastoral,” tuturnya.

seminari ledalero ristek dikti alberta kanada2 perpus cogito plti sinta kover penerbit ritapiret ristek dikti