PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual Informas...

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

PROGRAM STUDI S1 FILSAFAT TERAKREDITASI : B SK BAN-PT : 1985/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/20...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

CIVITAS AKADEMIKA STFK LEDALERO BERI INPUT “KEMAJEMUKAN BANGSA SEBAGAI BASIS PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN RAKYAT” KEPADA WATIMPRES REPUBLIK INDONESIA

20 June 2019 Public

Ledalero, 20/06/2029, Tim Kajian Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan di STFK Ledalero dalam rangka melakukan kajian dengan tema “Kemajemukan Bangsa sebagai basis Pembangunan Kesejahteraan Rakyat.” Dalam kegiatan ini, hadir tiga orang yang diutus oleh Dewan Pertimbangan Presiden, yakni Dr. Riefqi Muna, Zulhidayat Siregar, M. Si, dan Syahlarryadi, M. M. Pada kesempatan ini hadir juga para dosen di STFK Ledalero, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dan mahasiswi STFK Ledalero.

Dalam sambutan pembuka, Pater Otto Gusti, selaku ketua STFK Ledalero mengangkat isu kemajemukkan yang terjadi pada saat ini. “Indonesia yang satu telah bertahan hidup selama puluhan tahun karena rumah bersma ini dibangun di atas prinsip keanekaragaman atau kebinekaan. Namun ada dua tren negatif yang memengaruhi kehidupan bersama yaitu menguatanya tren iliberalisme dan kriminaslisasi terhadap gerakan sosialis lewat isu komunisme. Fenomena iliberalisme ditandai dengan tafsiran agama yang terlalu konserfatif yang membahayakan kelompok minoritas, baik itu minoritas agama, etnis dan orientasi seksual,” paparnya. 

Dr. Riefqi Muna, sebagai salah satu dari tim kajian yang diutus, mengungkapkan tujuan kajian yakni mengumpulkan data kemajemukan. “Kami bersyukur berada di tempat ini untuk mengumpulkan data-data kemajemukan serta keberagaman, salah satunya sudah di ungkapkan Pater Otto dalam sambutannya.” Tukasnya. Lebih lanjut, Dr. Riefqi Muna mengungkapkan, “Indonesia perlu belajar dari wilayah ini. Flores menjadi pijakkan model keberagaman serta kebhinekaan.”

Ada pemikiran-pemikiran serta data-data yang diperoleh dalam kegiatan ini. Semua data itu akan dikumpulkan untuk perkembangan lembaga pendidikan yang ada di Flores serta menjaga keberagaman dan kebhinekaan negeri ini. 

Vian Nggoa

Dokumentasi Kegiatan

PDDIKTI baru alberta kanada2 cogito penerbit ristek dikti sinta kover ritapiret PDDIKTI jurnal JL ristek dikti