PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Informasi Program

Informasi Program S1 Filsafat Agama Informasi Program S2 Teologi Kontekstual Informas...

Pendaftaran Online

Isilah dengan lengkap Formulir Biodata Pendaftaran Mahasiswa Baru. (Bukti Pembayaran ...

Unduh Brosur Pendaftaran

PROGRAM STUDI S1 FILSAFAT TERAKREDITASI : B SK BAN-PT : 1985/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/20...

Pengumuman

 o Informasi Pendaftaran dan Seleksi Mahasiswa Baru Program Studi Sarjana (S1) Filsaf...

STFK LEDALERO MEWISUDAKAN 202 MAHASISWA.

04 May 2019 Public

(Foto Citos: Pater Dr Otto Gusti N. Madung selaku Ketua STFK Ledalero mewisudakan salah satu Magister Teologi di STFK Ledalero)

STFK Ledalero mewisudakan 153 mahasiswa Sarjana Filsafat dan 29 Magister Teologi pada Sabtu, 6 Mei 2019. Para wisudawan tersebut merupakan mahasiswa program S1 Filsafat lulusan periode I dan II tahun akademik 2017/2018, periode 1 tahun akademik 2018/2019 dan program S2 Teologi tahun akademik 2017/2018.  Acara wisuda tersebut dilangsungkan di aula St. Thomas Aquinas STFK Ledalero.

Dr Otto Gusti Nd. Madung, selaku ketua sekolah STFK Ledalero dalam sambutannya meminta para wisudawan dan wisudawati agar setelah diwisuda harus menjadi pribadi yang fleksibel terhadap angin perubahan dan memiliki daya kreatif. Selain itu, para wisudawan juga diminta untuk menjadi pribadi yang berkarakter dan berakar kuat dalam integritas. Berakar kuat dalam karakter dan integritas membuat para wisudawan tidak mudah roboh oleh angin perubahan.wisuda STFK LEdalero 2019 7

Selain itu, para wisudawan juga diminta agar mampu menunjukkan relevansi filsafat dan teologi dalam kehidupan bermasyarakat terutama di era saat ini di mana radikalisme agama, intoleransi, epidemi kebohongan dan kekerasan sedang mencabik-cabik tatanan kehidupan sosial. Dalam situasi tersebut, sambung Otto, teologi dan filsafat dapat berperan guna memfasilitasi ruang komunikasi antara nalar dan teologi, akal budi dan iman atau agama.

Otto, demikian sapaannya, juga menambahkan bahwa teologi dan filsafat juga berkontribusi dalam mengembangkan kritik diri dan kritik makna di dalam agama, baik sebagai institusi maupun sebagai sikap hidup personal.

Agama Minus Nalar.

Peter Tan kemudian membenarkan merajalelanya persoalan terorisme yang bersumber dari radikalisme agama. Hal itu diungkapkan oleh Peter Tan dalam orasi ilmiah yang dibawakan mewakili para wisudawan. Dalam orasi ilmiah berjudul “Beriman di Era Post-Sekular” tersebut, Peter menyebutkan salah satu tantangan beriman di era post-sekular yakni katakcukupan investasi nalar ke dalam agama dan praktik-praktik iman yang menyebabkan meledaknya aksi-aksi intoleran dan menjamurnya kelompok-kelompok radikal fundametanlistik.

Akal sehat adalah satu-satunya peralatan yang memampukan warga beriman memahami hidup bersama dalam ruang publik demokratis yang ditandai pluralisme, hasrat akan kebebasan dan keadilan. Selain beriman dengan akal sehat, hal lai yang dibutuhkan adalah nalar, demikian kata Peter.

“Nalar yang dimaksud di sini adalah nalar publik, akal sehat bersama. Nalar publik adalah nalar yang terkait dengan keadilan, atau secara etis, kebaikan bersama warga negara,” demikian ungkap Peter. 

wisuda STFK LEdalero 2019 5Hadapi Tantangan Industri 4.0

Kasubdit Pendidikan Tinggi, saat membawakan sambutannya, secara khusus meminta para wisudawan dan wisudawati harus siap menghadapi tantangan industri 4.0. Para lulusan diminta untuk memiliki kemampuan adaptif dan lincah dalam beradaptasi dengan perkembangan dan kemajuan.

Selain itu, Kasubdit Pendidikan Tinggi tersebut juga mewanti-wanti para wisudawan dengan hasil studi yang pernah dibuat oleh Kementerian Ristek Dikti. Riset tersebut menunjukkan bahwa terdapat banyak lapangan pekerjaan yang akan segera musnah dari pasar lapangan pekerjaan akibat disrupsi yang ditimbulkan teknologi industri 4.0.

“Berdasarkan evaluasi awal terkait kesiapan negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0, Indonesia diperkirakan sebagai negara dengan potensi tertinggi. Realitas lain, menurut perkiraan para ahli, diperkirakan pada tahun 2030 diestimasi kurang lebih 2.000.000.000 tenaga kerja di seluruh dunia akan kehilangan pekerjaan akibat disrupsi,” demikian katanya.

Hilangnya pekerjaan yang dimaksud disebabkan karena pekerjaan tersebut tergantikan oleh teknologi. Akan tetapi, pasti juga muncul pekerjaan baru, seperti bloger, web developer dan drone operator. Tantangannya adalah kita harus mampu berkompetisi di era demikian.wisuda STFK Ledalero 2019a 9

Pada kesempatan tersebut, Kasubdit Pendidikan Tinggi tersebut juga meminta para wisudawan-wisudawati agar juga tetap berkarya sebagai filsuf dan teolog di era yang serba terintegrasi dengan teknologi internet yang semakin canggih. 

Acara wisuda tersebut dimeriahkan oleh STFK Choir. Hadir dalam acara wisuda tersebut bapak Kasubdit Pendidikan Tinggi, Kepala LLDIKTI Wilayah 8 bagian kemahasiswaan, Bapak Sekda Sikka, Pater Ketua Yaspa, Para pimpinan Konvik, tokoh-tokoh agama, orangtua para wisudawan-wisudawati, para dosen dan mahasiswa-mahasiswi STFK Ledalero.

(Arsen Jemarut)

 

Galeri Foto Wisuda

ristek dikti sinta kover ritapiret PDDIKTI jurnal JL ristek dikti verbum svd universitas kepausan gregoriana seminari ledalero perpus